KIEL – Pemerintah Jerman secara senyap telah resmi menyerahkan kapal selam terbaru dan paling canggih, INS Drakon, kepada pihak militer Israel di galangan kapal ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), Kiel, Jerman. Proses serah terima alutsista bernilai strategis ini dilakukan tanpa upacara publik demi menjaga kerahasiaan operasional tingkat tinggi di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Langkah krusial ini mempertegas sokongan militer Berlin terhadap Tel Aviv, di mana sebagian besar alokasi izin ekspor senjata Jerman di awal tahun dialokasikan khusus untuk membiayai penyelesaian proyek maritim rahasia tersebut.
INS Drakon merupakan unit keenam sekaligus terakhir dari armada kelas Dolphin-II yang dimiliki oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Kapal selam bertenaga diesel-elektrik ini memiliki modifikasi desain yang substansial, dengan panjang lambung yang membengkak dari 68,6 meter menjadi 73 meter. Perubahan fisik paling mencolok terlihat pada bagian menara pengawas (sail) yang diperbesar secara signifikan. Para analis pertahanan internasional berspekulasi kuat bahwa ruang ekstra di menara tersebut dirancang untuk mengintegrasikan sistem peluncuran vertikal (Vertical Launch System/VLS) guna menampung rudal balistik taktis maupun rudal jelajah jarak jauh.
Selain misteri kompartemen pada menara, kapal selam ini dikonfirmasi mempertahankan daya gempur mematikan di bagian haluan dengan membawa sepuluh tabung torpedo. Persenjataan tersebut terbagi atas enam tabung standar ukuran 533 mm dan empat tabung berdiameter lebih besar ukuran 650 mm yang mampu meluncurkan senjata berat, sistem nirawak, hingga peralatan infiltrasi untuk pasukan operasi khusus. Kehadiran INS Drakon dipastikan bakal memperkuat kemampuan detransi bawah air (sea-based deterrent) berlapis milik Israel sebelum kapal tersebut dijadwalkan berlayar menuju pelabuhan induknya di Haifa.
Sumber Berita :
Ynetnews / The Print Global / ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS)
Facebook : https://www.facebook.com/share/17r9mrKXeE/?mibextid=wwXIfr
#5jul2026
